Tips Cara Memilih Kayu Jati Sebagai Bahan Baku Mebel

Kayu jati yang akan digunakan untuk produk mebel memerlukan pemilihan bahan yang baik, dan cara yang paling tepat adalah harus dikeringkan dengan cara yang tepat.
Dahulu orang yang akan melakukan penebangan kayu dilarang menebang kayu secara langsung, namun harus dengan dengan oak, proses oak yaitu dimatikan pohon tanpa luka. Kayu jati yang masih hidup diobat dan di diamkan agar mati dengan keadaan berdiri, hingga pohon kering secara alamiah.
Pohon kalau sudah kering baru dipotong  menjadi berupa kayu gelondong (log) kemudian dijual ke berbagai industri mebel. Namun, karena proses oak yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, maka sekarang jati banyak yang proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan media oven kayu. Cara nya dengan , kayu jati yang masih berupa log dipotong dengan ukuran yang sudah disesuaikan, setelah itu dimasukkan ke dalam rumah oven untuk proses pengeringan. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,  maka dalam pengeringan tidak boleh terlalu cepat. Minimal 3 minggu hingga 6 minggu pengeringan kayu untuk dapat hasil yang obtimal, proses pengeringan kayu yang ribet adalah yang menjadi kelemahan kayu jati itu sendiri.
Proses pengeringan kayu jati yang terlalu cepat dapat menurunkan kualitas kayu tersebut, biasanya akan menjumpai masalah ini: kayu retak, ngulet atau bermasalah dengan warna kayu yang berubah. Jati banyak sekali digunakan untuk membuat furniture atau meubel kayu.,penggunaan kayu jati masih basah akan menyebabkan masalah di kemudian hari. Pengguanaan kayu yang telah dikeringkan juga memiliki resiko lebih kecil untuk terkena masalah minyak kayu di dalamnya dibandingkan dengan yang masih basah.
Memahami bagaimana memilih kayu jati gelondong saya rasa sangatlah penting, khususnya bagi industri permebelan. Sebab jika ada sedikit  kesalahan dalam memilih kayu gelondong saja, akan  memiliki dampak yang sangat besar dan berpengaruh pada perhitungan dan  proses pengerjaan furniture itu sendiri. Bahkan tidak sedikit industri mebel kayu gulung tikar hanya karena salah dalam memilih dan salah memperhitungkan  kayu gelondong tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya masalah seperti itu, saya di sini ada sedikit tips bagaimana cara memilih kayu gelondong atau kayu log :

Tips Cara Memilih Kayu Jati Sebagai Bahan Baku Mebel

Tips Cara Memilih Kayu Jati Sebagai Bahan Baku Mebel
mebel kayu jati

1. Pilih Kayu Jati Yang Bulatnya Hampir Sempurna

Sebab itu berarti memilih kayu yang memiliki tingkat kesatuan baik . Oleh sebab itu, karena kalau dilihat secara fisik jati berupa log memiliki bentuk yang berbeda-beda, tapi pilihlah yang memiliki lingkar yang hampir sempurna, menurut saya pribadi ada tingkat kebulatannya tidak teratur dan ada pula yang berbentuk seperti buah seperti buah belimbing .
Jika ada yang berbentuk belimbing seperti itu jangan kalian pilih, dan pilih saja yang lain selam msih ada pilihan, sebab volume kayu yang dipanen nanti pada saat kayu berbentu belimbing itu diproses atau menggergaji hasilnya akan berkurang banyak, hal tersebut dikarenakan banyak bagian dari kayu jati itu yang tidak akan bisa digunakan secara penuh. Namun hal itu akan berbeda jika kalian memilih kayu yang memiliki bentuknya kebulatan hampir sempurna, karena volume kayu yang dapat kalian gunakan ketika kayu tersebut digergaji menjadi papan jelas hasilnya lebih maksimal, dan hanya akan meninggalkan sampah yang lebih sedikit. Jadi perhatiakan bentuk kayu jati itu sendiri sebelum kalian putuskan untuk membelinya..

2. Pilih Kayu Yang Memiliki Gubal Yang Kecil

Kayu jati yang baik adalah yang memiliki gubal kayu kecil, dan ketebalan gubal masih dapat ditoleransi adalah kurang dari 3 cm untik ukuran kayu log besar, dan apabila gubal pada gelondong kayu pilihan kalian sangatlah tebal, kalau bisa cari yang lain saja. Karena menurut pengalaman pribadi saya hal tersebut dapat menurangi masa pakai kayu.

3. Pilihlah Kayu Jati Yang Memiliki Sedikit Benjolan Pada Batangnya.

Saya rasa ini sangatlah penting, sebab benjolan pada batang kayu adalah mata. Hal tersebut hanya dapat dilihat  jika kayu sudah melaui proses pengrajian menjadi berupa papan. Kayu jati yang memiliki banyak sekali mata adalah karakteristik dari kayu kurang baik baik,  karena kayu memiliki banyak mata memiliki kemungkinan pecah dan retak yang lebih tinggi dari pada yang tidak, dan juga mengurangi keindahan dari urat kayu tersebut.  Oh iya, kayu yang berada dalam mata kurang kuat yang mudah lepas jika terkena beban.

4. Pilih Kayu Kering.

Kayu kering umumnya sudah melaui proses oak, namun harganya akan lebi mahal, untuk itu memilih kayu log kering bukanlah pilihan utama. Sebab membeli kayu log yang masih basah tetapi kita kemudian bisa mengkeringkannya dengan cara proses oven ketika kayu yang sudah digergaji atau sudah diolah menjadi papan atau lembaran dimasukan ke oven. Tapi kalian harus sabar, karena membutuhkan waktu yang lama untuk proses ini, bisa sampai 6 minggu lamanya.

5. Pilih  Kayu Jati Yang Tingkat Kelurusan Sesuai Dengan Kebutuhan Kalian.

Maksudnya aadalah apabila kalian akan memilih jati yang kemudian akan  digunakan untuk membuat  sesuatu yang lebar dan lurus berbidang mebel, seperti: lemari ataupun meja, maka saya sarankan pilih kayu gelondong yang lurus. Namun apabila kayu yang akan kalian poses untuk membuat mebel yang memiliki banyak lengkungan, alangkah baiknya kalian pilih kayu yang bengkok saja. Hal ini sangat penting jika kalian ingin memaksimalkan kayu yang sudah kalian beli. Oh iya, sebaiknya manfaatkan kalian yang sudah kalian beli dengan maksimal, sebab harga jati semakin hari semikin mahal saja.

6. Membeli Dari Tempat Yang Sudah Berijin

Kita ketahui bahwa kayu jati tidak boleh sembarang orang, karena hanya perum perhutani yang satu-satunya perusahaaan dari pemerintah yang mengeluarkan izinya. Mekanisme yang ribet dan susah membuat banyak yang mengabaikannya. Selain itu pohin jati yang hidup di kampung di tebang sembarangan dan dijual bebas, oleh karena itu kayu jati yang ditebang sembarangan tidak memiliki surat ijin atau istilahnya svlk. Jadi belilah dari yang memiliki logo svlk di perusahaan mereka.
Cara memilih kayu jati sebagai bahan baku mebel memang tidak mudah, namun jika bisa memahami dan mengerti akan hal tersebut akan membuat produk mebel yang dihasilkan akan berkualitas, selain itu juga akan menghemat biaya produksi dengan efisiensi biaya