Proses Finishing Furniture Kayu Dan Ciri-Ciri Hasil Yang Berkualitas

Finising adalah proses akhir dalam produksi furniture atau meubel kayu, yang menentukan kualitas hasil akhirnya. Jadi dalam proses ini di butuhkan tenaga kerja yang berpengalam dan kompeten. Furnitur kayu yang baik juga harus memiliki finishing yang bagus. Pengamplasan, pewarnaan, pendempulan dan finishing adalah bagian dari proses tersebut, dan pengabaian pada salah satu tahap ini dapat mempengaruhi keseluruhan kualitas yang dihasilkanya. Untuk itu kali ini saya akan membagikan bagaimana proses finishing kayu yang baik dan benar berdasarkan pengalaman saya tinggal di jepara.

Proses Finishing Pada Furniture Meubel Kayu


Proses Finishing Furniture Kayu

1. Penghalusan Menggunakan Mesin Gerindra

Tahap awal ini adalah tahap dimana meubel kayu yang sudah diproduksi kemudian digerindra agar halus serta bekas lem dapat menghilang sepenuhnya, dan agar lebih halus, terkadang untuk meja menggunakan mesin selender agar permukaan meja menjadi benar-benar rata sepenuhnya.

2. Pengamplasan Menggunakan Mesin Dan Manual

Pengamplasan merupakan langkah kedua dalam proses finishing. Semua bagian akan bagus dan mulus setelah di proses pengamplasan sehingga tidak ada bekas dari gerindra yang sebelumnya, terdapat dua cara pengamplasan dalam tahap ini. Pertama menggunakan mesin amplas, yang kedua secara manual untuk bagian yang tidak bisa  dijangkau oleh mesin, sepertin pada sela-sela ukiran.

3. Sending

Sending berguna menutup semua pori-pori agar hasil yang di hasilkan menjadi sangat halus dan merata. Ada dua cara menyending,

  • menggunakan kuas, caranya sangat mudah seperti saat kita mengecat tembok, sampai benar-benar merata seutuhnya.
  • menggunakan alat spray, cara isi spray dengan cairan sending, kemudian seprotkan pada bagian kayu hingga benar-benar merata sepenuhnya.
 Setelah itu biarkan hingga benar-benar kering sebelum proses selanjutnya

4. Pendempulan Halus

Setelah sending kering selanjutnya adalah proses pendempulan, pendempulan merupakan menutup bagian kayu yang berlubang atau tidak rata menggunakan dempul. Proses ini sangat mudah, kayu yang tidak rata atau berlubang kita dempul menggunakan dempul dan rapek, setelah itu biarkan hingga kering.

5. Pengamplasan Bekas Sending Dan Dempul

Dalam pengamplasan ini hanya boleh dilakukan secara manual dan menggunakan ukuran amplas paling halus, karena jika terlalu kasar ditakutkan akan membuatnya menjadi belang-belang.

6. Pewarnaan

Dalam proses ini kita akan mewarnai furniture sesuai dengan keinginan kita, dan menggunakan alat spray dalam mewarnai. Kenapa menggunakan spray dan tidak kuas? Hal tersebut dikarenakan jika menggunakan spray kita bisa menentukan ketebalan warna dan warna benar-benar akan rata. Berbeda sekali dengan kuas, yang kita tidak bisa menentukan ketebalanya, dalam proses ini harus orang uang berpengalam yang melakukanya.

7. Pengamplasan

Pengamplasan kali ini kita harus hati-hati dan teliti, salah-salah malah akan membuat warna ikut hilang teramplas dan menjadi belang. Dan proses ini harus dengan cara manual

8. Proses Melamin

Ini adalah tahap akhir dalam proses finishing, melamin adalah cairan untuk melapisi kayu agar terlihat mengkilat dan warna tidak mudah hilang, selain itu fungsinya juga membuat kayu tahan akan air, karena membuat air tidak bisa merembes pada por-pori kayu. Setelah melamin selesai letakan di tempat tersendiri dengan suhu yang tinggi, jika perlu tembak dengan sinar cahaya dengan intensitas tinggi.

Gimana?, cukup ribet bukan?, namun karena hal itulah yang membuat hasil finishing berkualitas dan tahan lama, mengurangi satu proses saja hasilnya akan sanagat berbeda dan kurang maksimal, tertarik mencobanya? Silahkan ke jepara saya untuk lihat-lihat dahulu, karena di kota saya ini ada ratusan pengusaha finishing, jika kalian ingin panduan silahkan hubungi saya wa:089670515545.

Sedangkan untuk melihat hasil finishing furniture baik atau tidak kita bisa menggunakan mata kita langsung, karena secara kasat matapun cukup untuk menilainya kualitasnya.


 ciri-ciri hasil finishing yang baik


  • high-gloss atau mengkilat.
  • terasa halus jika disentuh.
  • bebas dari bintik-bintik kasar seperti debu yang menempel.
  • warnanya merata(tidak belang-belang).
  • bekas dempul tidak terlihat.
  • tidak ada goresan di permukaan.

Itu tadi adalah proses finishing furniture kayu danciri-ciri finishing yang berkualitas. Kalian bisa mencobanya dirumah, namun jika ragu serahkan saja pada ahlinya, saya siap membantu mencarikan jasa finishing yang berkompeten dan berpengalaman yang tentunya dari jepara. Kalau tidak ingin ribet silahkan beli furniture kayu dari saya saja...hehehe, dan semoga saja artikel ini bermanfaat bagi kalian.


0 Response to "Proses Finishing Furniture Kayu Dan Ciri-Ciri Hasil Yang Berkualitas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel