Kayu Jati Vs Mahoni, Manakah Yang Terbaik ?

Halo kawan, kali ini saya akan sedikit mengulas antara kayu jati dan mahoni, kedua jenis kayu ini paling sering digunakan di bidang industri furniture kayu, seperti meja, kursi, lemari, tempat tidur, buffet dan lain-lain. Kayu jati dan mahoni memiliki banyak perbedaan diatara keduanya, baik warna dan coraknya. Sehingga kalian harus tahu perbandingan antara keduanya.
Kayu jati banyak di temui di seluruh indonesia, biasanya memiliki warna kecoklatan, dan coraknya yang cantik membuat kayu ini sangat diminati oleh pengusaha meubel, bahkan di jepara tempat saya tinggal kayu jati paling laris di antara jenis kayu lain, sehingga wajar saja kalau banyak di kembangkan di perhutani. Kayu jati juga sangat kuat dan memiliki masa pakai yang cukup lama, bahkan beberapa produk jati malahan ada yang berumur ratusan tahun. Namun sayangnya harga kayu jati lebih mahal dari pada kayu lainya, jadi wajar saja kalau produk olahan kayu jati harganya sangat mahal.
Pohan jati sendiri bisa hidup sampai ratusan tahun, tapi yang biasanya dipanen umur 20 tahunan, tinggi pohonya sendiri bisa mencapai 30 meter lebih, dengan diameter hingga 1,5 meter dan memiliki daun yang lebar. Sedangkan klasifikasinya sendiri saya kurang paham, yang jelas sekarang banyak dibudidayakan oleh perhutani.
Kayu mahoni adalah kayu yang sangat mewah menurut saya pribadi, kayunya yang sangat keras dan memiliki pori-pori yang kecil membuatnya bisa digunakan untuk apapun baik produk mebel ataupun alat musik. Kayu mahoni memiliki warna yang cantik yaitu kemerahan, dan teksture yang cantik walaupun tidak terlalu terlihat. Dan dibandingkan kayu jati, kayu mahoni memiliki harga yang lebih murah. Kayu ini sangat terkenal di negara-negara eropa dan amerika karena mereka menganggap kayu ini mewah. Dan mayoritas yang di export dari jepara ke negara tersebut adalah produk mahoni.
Pohon mahoni sendiri banyak di tanam di pingir jalan sebagai penyerap polutan dan sebagai resapan air saat hujan, jadi wajar saja kalau disebut sebagai pohon pelindung. Sama halnya dengan jati, mahoni juga bisa hidup hingga ratusan tahun dengan tinggi mencapai ratusan meter, memiliki daun yang kecil, dan memiliki biji yang dapat dimanfaatkkan sebagai berbagai macam obat.
Jadi wajar kalau kali ini saya bandingkan antara kayu jati vs mahoni, manakah yang terbaik? Kalau menurut saya kayu tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga kalau ditanya mana yang terbaik, jawabanya adalah tergantung kebutuhan. Dan berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan kayu jati dan mahoni.

 Kelebihan dan Kekurangan Kayu Jati vs Kayu Mahoni



Jenis kayu
Kelebihan
Kekurangan
Kayu jati
Kuat
Harga mahal
Tahan lama
Pori-pori kayu besar
Corak kayu  cantik
Lebih berat
Tahan berbagi macam cuaca

Lebih tahan  hama

Mudah ditemukan



Kayu mahoni
Kuat
Tidak tahan lama
Harga murah
Mudah diserang hama
Corak kayu  cantik
Tidak tahan perubahan cuaca
Pori-pori kecil

Sangat ringan

Mudah ditemukan



 perbandingan kayu jati dan kayu mahoni

kelebihan
Kayu jati
Kayu mahoni
Kekuatan
Sama
Sama
Masa pakai
Menang
Kalah
Harga lebih murah
Kalah
Menang
Corak atau textur
Sama
Sama
Ketahanan cuaca
Menang
Kalah
Ukuran pori-pori
Kalah
Menang
Ketahan akan hama
Menang
Kalah


Kesimpulan:
Jadi menurut saya jati lebih baik ketimbang mahoni, dengan kekuatan yang hampir sama dengan mahohi, memiliki masa pakai yang lama, tahan perubahan dan lebih tahan hama menjadi pertimbangan saya, kendati memiliki harga yang lebih mahal dan pori-pori yang lebar.
Namun hal tersebut menurut saya bukan satu-satunya acuan, tergantung untuk mau dibuat apa kayu tersebut. Jika akan dibuat alat musik maka yang saya sarankan adalah kayu mahoni yang memiliki pori yang kecil dan sangat ringan dibandingkan kayu jati. Dan apabila akan membuat pintu, kusen dan furniture maka yang saya rekomendasikan adalah jati, dengan berbagai kelebihanya. Tapi khusus produk meubel yang mau menggunakan finishing duco saya rasa mahoni lebih baik dengan pori kayu yang kecil

Sekian dari saya tentang kayu jati vs mahoni, manakah yang terbaik, artikel ini sepenuhnya pendapat saya berdasarkan pengalaman saya di bidang pertukangan di jepara, tapi jika ada tambahan atau saran dari teman-teman, mohon sampaikan lewat kolom komentar yang ada.
Terima kasih